PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PADA ANAK USIA DINI
Rp. 68.000
Penulis: Fransiska, S.Psi., M.Pd.
Panjang: 23
Lebar: 15
Halaman: 141
ISBN: 00
Sinopsis:
Banyak konflik yang ada di Indonesia yang dapat membuat persaudaraan dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika masyarakat Indonesia menjadi terpecah-pecah. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yang dimulai dari hal-hal kecil seperti kata-kata, sikap serta perbuatan yang dapat menyinggung perasaan individu lain. Oleh karena setiap individu harus menjaga kata-kata, sikap serta perbuatannya dan hal ini dapat ditanamkan melalui pendidikan multikultural, karena Pendidikan multikultural berhubungan dengan interaksi sosial yang di dalamnya terdapat keanekaragaman suku, budaya, agama, adat istiadat, tradisi serta status sosial ekonomi seseorang. Buku ini merupakan hasil penelitian penulis di TK Mutiara Persada Soragan Yogyakarta terkait pendidikan multikultural pada anak usia dini. Beberapa hal yang dibahas dalam buku ini yaitu program Pendidikan multikultural terdiri atas program utama yang terstruktur dalam kurikulum yang materinya terintegrasi dalam kurikulum nasional yaitu kurikulum yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan dengan pengembangan agama dan bahasa sebagai kekhasan dari TK Mutiara Persada Soragan Yogyakarta. Selain itu terdapat program pendukung berupa kegiatan di luar kurikulum yang pelaksanaannya berupa kegiatan ekstrakurikuler yang meliputi kegiatan sanggar seni dan pengembangan bakat. Nilai pendidikan multikulturalnya berupa nilai demokratis (keadilan), nilai humanis (menghormati hal individu dan berkerjasama), nilai pluralisme (menghargai perbedaan). Proses pembelajaran menggunakan pendekatan kontribusi. Skenario pembelajarannya berupa pengenalan pahlawan, hari libur, etnis dan budaya serta peninggalan sejarah seperti candi, rumah adat dan peninggalan sejarah lainnya dengan menggunakan model multikultural etnik yang mengakui eksistensi setiap anak dalam belajar dengan menggunakan media gambar, boneka tangan, film dan bahan alam. Ketiga,evaluasi dilakukan Ketika proses pembelajaran berlangsung antara guru dan siswa serta evaluasi mingguan yang dilaksanakan setiap hari Jumat antara kepala sekolah dan guru sehingga dengan demikian maka keberhasilan pendidikan multikultural terwujud karena adanya kerjasama yang baik antara kepala sekolah dan guru.








