REVITALISASI BAHASA (Kumpulan Esai: Menyajikan Realitas Bahasa, Budaya, dan Sastra di Indonesia)

Rp. 68.000

Penulis: Muhammad Nur Ajwa

Panjang: 23

Lebar: 15

Halaman: 105

ISBN: 00

Sinopsis:

Indonesia merupakan negara dengan berbagai macam budaya. Ada sekitar 1.340 kelompok etnis di Indonesia yang menyambung keragaman budaya. Keragaman budaya ini ada di seluruh Indonesia. Selain memiliki keragaman budaya, Indonesia juga memiliki keragamanb bahasa. Fakta bahwa Indonesia memiliki 718 bahasa ibu yang berbeda menunjukkan keragaman bahasa yang digunakan di sana. Dengan jumlah tersebut, Indonesia menduduki peringkat kedua dunia setelah Papua Nugini dalam hal jumlah bahasa ibu. Sebagian besar bahasa ibu di Indonesia, termasuk Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku, dituturkan di timur negara itu. Peran bahasa daerah sangat penting karena hilangnya bahasa sama dengan hilangnya peradaban manusia secara menyeluruh. Bahasa daerah merupakan simbol kebanggaan daerah itu sendiri karena bahasa daerah menjadi warisan dari nenek moyang kita dahulu. Namun, jumlah penutur bahasa daerah semakin menurun membuktikan bahwa bangsa Indonesia tidak bisa menjaga dengan baik kekayaan yang dimilikinya. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda harus mempertahankan bahasa ibu kita yang sudah menjadi jati diri dan identitas negeri yang di jaga secara turun-temurun dari nenek moyang. Selain menjaga identitas kebangsaan melalui bahasa, kita juga perlu menjaga budaya kita. Salah satu cara untuk mempertahankan budaya lokal adalah dengan memahami budaya itu sendiri. Kita sebagai penduduk asli Indonesia patut untuk mempelajari tentang budaya kita sendiri dengan mencari informasi yang berhubungan dengan budaya dari bermacam sumber seperti lingkungan masyarakat, media cetak, seperti majalah, buku-buku dan sebagainya. Dengan begitu, kita dapat memahami budaya anda yang harus dilestarikan di era globalisasi agar tidak punah. Upaya pelestarian budaya di era globalisasi sekarang ini menghadapi banyak kendala. Faktor- faktor penghalang pelestarian budaya daerah, seperti sikap nasionalisme individu karena rendahnya kesadaran untuk memiliki sesuatu bersama. Kemudian, ada faktor sosialisasi dan mediasi dari orang yang bertanggung jawab menangani masalah dan media sebagai alat komunikasi. Selain itu, peran masyarakat sangat penting untuk diajarkan pada generasi milenial sebagai kemampuan memelihara budayanya. Sebagai contoh, generasi sekarang tidak bisa menyanyi dan menari dari daerahnya sendiri, tetapi mereka dapat dengan mudah menari tari modern dan menyanyikan lagu anak-anak sekarang. Oleh karena itu, buku ini menyajikan secara kompleks realitas fenomena penggunaan bahasa, budaya, dan sastra di Indonesia dan proses pemertahanannya secara umum.

Baru saja ditambahkan
  • Belum Terbit
DESAIN INSTRUKSIONAL DAN PEMBELAJARAN ABAD KE-21 (Teori, Strategi, dan Inovasi)
Dr. Endang Mastuti Rahayu, M.Pd, Armelia Nungki Nurbani, S.Pd., M.Pd
    Rp. 65.000
  • Belum Terbit
BUKU CHAPTER PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PASCA BENCANA ALAM Suatu Pemikiran Kritis Menuju Perbaikan Kehidupan Pasca Bencana
Syafrizal, Syafrida Hafni Sahir, Nurhilmiyah, Sri Wahyuni, Seriwati Ginting, dkk
    Rp. 65.000
  • Belum Terbit
GERAK TANPA BATAS: Playful Moves For Every Body
Bunga Amelia Cantika Putri, Devina Pramitha Ester Sarwuna, Dimas Tri Hendrajati, Haidar Rasyid Amnan
    Rp. 65.000
  • Belum Terbit
APOLOGETIKA PERTANGGUNGJAWABAN IMAN KRISTEN
Dr. Daud Hatu Riwu M.Th
    Rp. 65.000
  • Belum Terbit
Chat dengan kami di Whatsapp!
Hi, ada yang bisa kami bantu?