TRADISI PEMBACAAN SURAT YASIN DALAM RITUAL RABU ABEH
Rp. 65.000
Penulis: Makmunzir, M.Ag.
Panjang: 23
Lebar: 15
Halaman: 202
ISBN: 00
Sinopsis:
Seperti yang sudah kita tahu, di dalam Al-Qur’an terkandung sejumlah nilai pengajaran hidup, tuntunan beragama, serta banyak hikmah kehidupan. Seiring berkembangnya zaman, kajian Al-Qur`an ikut berevolusi. Dari kajian teks menjadi kajian sosial-budaya, dan menjadikan masyarakat agama selaku objek kajiannya. Kajian tersebut dinamakan dengan kajian “living Qur`an.”. Upacara ritual Rabu Abeh sebuah ritual yang dilakukan oleh masyarakat Aceh pada hari Rabu terakhir di bulan Safar. Acara ini juga dikenal sebagai manoe safa atau mandi Safar, di mana orang-orang mandi pada hari Rabu terakhir bulan Safar sebagai upaya untuk menolak malapetaka. Seperti namanya, tradisi ini memiliki nuansa keagamaan. Pada saat pelaksanaannya, masyarakat Gampong Lhok Pawoh berkumpul di pantai Gampong untuk membaca Surat Yasin secara bersama-sama. Lalu bagaimanakah sejarah terbentuknya Living Qur’an dan Living Qur’an dalam tatanan Praktis? Bagaimana pula sejarah ritual Rabu Abeh dan bagaimana tradisi pembacaan surat yasin pada ritual Rabu Abeh? Selengkapnya akan diulas pada buku “Tradisi Pembacaan Surat Yasin dalam Ritual Rabu Abeh”








