SERBA SERBI MODEL PEMBELAJARAN PEMELIHARAAN CHASIS SEPEDA MOTOR

Rp. 65.000

Penulis: Bima Anggana

Panjang: 23

Lebar: 15

Halaman: 209

ISBN: 00

Sinopsis:

Kemampuan kolaborasi adalah interaksi dan gaya hidup yang saling kerjasama sebagai suatu struktur interaksi yang dirancang sedemikian rupa guna memudahkan usaha untuk mencapai tujuan bersama. kolaborasi sebagai proses berpikir dimana pihak yang terlibat memandang aspek-aspek perbedaan dari suatu masalah serta menemukan solusi dari perbedaan tersebut dan keterbatasan pandangan mereka terhadap apa yang dapat dilakukan. Kemampuan kolaborasi membantu siswa untuk memecahkan suatu masalah dengan cara berdiskusi dengan siswa lain. Manajemen percaya pada siswa dengan berbagi tanggung jawab untuk membuat keputusan kelas akan meningkatkan komitmen atau kepatuhan siswa pada keputusan itu. Jika komitmen dan tanggung jawab sudah dilaksanakan, sebaiknya diikuti dengan reinforcement positif untuk memotivasi siswa. Selain hal itu juga diperlukan angket yang di dalamnya terdapat aspek tanggung jawab. Fungsi angket ini untuk mendorong siswa menilai tindakan tanggung jawab mereka sendiri. Berdasarkan pembahasan tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa model pembelajaran berdasarkan masalah terbukti efektif digunakan untuk mengembangkan kemampuan kolaborasi dibandingkan model pembelajaran langsung. Hal ini dikarenakan pada model pembelajaran berdasarkan masalah terdapat tahapan mengorganisasikan siswa untuk belajar dengan pemberian tugas secara kelompok, serta terdapat tahapan melakukan penyelidikan secara kelompok. Pada tahap ini, siswa pada proses pembelajaran dituntut untuk lebih aktif dalam belajar. Dengan hal tersebut maka siswa akan menyelesaikan masalahnya dengan kelompok mereka, sehingga pada tahap ini ter jadi berbagi pengalaman bersama, pertukaran ide, serta pembagian tugas dalam kelompok. Meskipun secara umum model pembelajaran berdasarkan masalah mampu mengembangkan kemampuan kolaborasi. Namun terdapat aspek yang menjadi perhatian yaitu pada indikator tanggung jawab dan akuntabilitas yang mendapat hasil terendah, dikarenakan pada proses pembelajaran murid kurang dilibatkan dalam pengambilan keputusan Selain hal itu juga diperlukan angket yang di dalamnya terdapat aspek tanggung jawab. Fungsi angket ini untuk mendorong siswa menilai tindakan tanggung jawab mereka sendiri. Oleh karena itu, untuk menyempurnakan penelitian ini perlu untuk memberi keleluwasaan pada siswa dalam pengambilan keputusan, serta menambahkan instrument penelitian berupa angket tanggung jawab sehingga aspek tanggung jawab dan akuntabilitas pada siswa mendapatkan hasil maksimal.

Baru saja ditambahkan
  • Belum Terbit
DESAIN INSTRUKSIONAL DAN PEMBELAJARAN ABAD KE-21 (Teori, Strategi, dan Inovasi)
Dr. Endang Mastuti Rahayu, M.Pd, Armelia Nungki Nurbani, S.Pd., M.Pd
    Rp. 65.000
  • Belum Terbit
BUKU CHAPTER PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PASCA BENCANA ALAM Suatu Pemikiran Kritis Menuju Perbaikan Kehidupan Pasca Bencana
Syafrizal, Syafrida Hafni Sahir, Nurhilmiyah, Sri Wahyuni, Seriwati Ginting, dkk
    Rp. 65.000
  • Belum Terbit
GERAK TANPA BATAS: Playful Moves For Every Body
Bunga Amelia Cantika Putri, Devina Pramitha Ester Sarwuna, Dimas Tri Hendrajati, Haidar Rasyid Amnan
    Rp. 65.000
  • Belum Terbit
APOLOGETIKA PERTANGGUNGJAWABAN IMAN KRISTEN
Dr. Daud Hatu Riwu M.Th
    Rp. 65.000
  • Belum Terbit
Chat dengan kami di Whatsapp!
Hi, ada yang bisa kami bantu?