PENDIDIKAN ILMU SOSIAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL
Rp. 65.000
Penulis: Juri, M.Pd., Septha Suseka, SH, MM
Panjang: 23
Lebar: 15
Halaman: 102
ISBN: 00
Sinopsis:
Warisan leluhur bangsa Indonesia sungguh tidak ternilai jumlahnya. Ini dikarenakan beragamnya suku yang mendiami kepulauan nusantara, dimana masing-masing suku dan subsuku memiliki bentuk dan jenis kebudayaan berbeda. Namun, sayangnya kekayaan warisan dari leluhur tersebut, hingga dewasa ini relatif banyak yang hilang sebab tidak diwariskan kepada generasi berikutnya. Padahal, kebudayaan daerah merupakan unsur penunjang dari kekayaan kebudayaan nasional. Hilangnya kebudayaan daerah, dengan sendirinya menyebabkan khasanah kebudayaan nasional pun berkurang. Disisi lain, banyak pula kaum muda yang cenderung kurang perduli dengan dengan budaya daerahnya. Mereka beranggapan bahwa kebudayaan zaman dahulu adalah milik para leluhurnya pada generasinya masing-masing. Berangkat dari permasalahan tersebut di atas, penulis merasa terpanggil untuk merangkai kata menjadi kalimat dalam sebuah buku yang kini ada di tangan pembaca. Budaya kita zaman dahulu apabila tidak dilestarikan, bukan sesuatu yang mustahil bahwa suatau saat akan hilang sepenuhnya. Hilangnya budaya menyebabkan kita akan kehilangan jati diri sebagai anak bangsa. Dahulu, cara yang dilakukan untuk mewariskan budaya melalui cerita lisan, dari mulut ke mulut. Sehingga cara demikian kurang efektif dan justru mempermudah hilangnya kebudayaan tersebut. Oleh karena itu, supaya budaya yang pewarisannya bersifat lisan tidak mudah hilang, maka harus ada upaya untuk membukukan yang sekiranya di kemudian hari dapat di baca oleh generasi muda. Buku ini merupakan karya yang disarikan dari hasil penelitian pada suku Dayak Sawe yang ada di Desa Nanga Biaban Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau provinsi Kalimantan Barat dengan pendanaan Hibah Dikti Tahun Anggaran 2019. Di dalamnya mencakup beberapa topik penting, antara lain: Sejarah singkat suku Dayak di Kalimantan, Asal usul adat istiadat Dayak Sawe, Adat istiadat Dayak Sawe, Budaya lokal, Adat berladang, Peran orang muda dalam pelestarian budaya.








