TRANSMISI AYAT AL-QUR`AN DALAM TRADISI MUQADDAM
Rp. 65.000
Penulis: Aban Al-Hafi
Panjang: 23
Lebar: 15
Halaman: 206
ISBN: 00
Sinopsis:
Buku ini akan membahas transmisi ayat Al-Qur`an dalam tradisi Muqaddam merupakan bentuk nyata living Qur`an oleh masyarakat petani di Gampong Waido, Peukan Baro, Pidie, Aceh. Tradisi yang diwariskan oleh Teungku Chik di Pasi ini berpengaruh besar terhadap kestabilan sosial yang ada di lokasi tersebut. Hal ini tak terlepas dari salah satu tujuan Teungku Chik di Pasi yang menggagas tradisi ini untuk membentuk sebuah sistem sosial yang setara antara penduduk desa, petani, dan para petinggi pada masanya. Beberapa hal menarik yang akan di bahas adalah, masyarakat melaksanakan tradisi karena termotivasi dengan alasan agama, warisan budaya, solidaritas sosial dan pemberdayaan ekonomi. Adapun ayat Al-Qur`an diresepsi ke dalam tiga bentuk; 1) resepsi eksegesis terhadap QS. Al-Baqarah ayat 261 yang dianggap sebagai “ayat pertanian”. 2) resepsi estetis, ayat Al-Qur`an berwujud dalam bentuk kebendaan. 3) resepsi fungsional, ayat difungsikan sebagai jimat juga sebagai obat. Kemudian masyarakat memaknai penggunaan ayat dalam tradisi sebagai sebuah bentuk tafa’ul, sebagai wujud doa kepada leluhur, sebagai media mencapai keberkahan, sebagai wujud rasa syukur dan juga sebagai media tolak bala untuk melindungi tanaman dari ragam hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat. Ini membuktikan bahwa masyarakat petani modern tetap melibatkan agama dan Al-Qur`an dalam upaya kelancaran hasil panen yang diekspektasikan.








