KARTUN, CERGAM, KOMIK Konsep dan Aplikasinya
Rp. 65.000
Penulis: I Wayan Nuriarta
Panjang: 23
Lebar: 15
Halaman: 121
ISBN: 00
Sinopsis:
Dalam berbagai kesempatan, baik itu forum ilmiah atau dalam percakapan biasa, saya kerap menemukan kerancuan antara kartun dan komik. Rupanya dalam persepsi awam, kartun dan komik terlihat seperti sama saja sebab referensi dominan bagi mereka adalah produk budaya pop seperti media cetak, televisi dan film yang telah berkembang saling silang (transmedia) sehingga akhirnya menjadi tampak generik. Kartun dan komik kerap disebut untuk menunjuk pada gambar atau visual yang lucu, secara etimologis memang artinya lucu (Comic: Inggris, Comique: Perancis dan Komiek: Belanda), maka tak salah jika para komedian masa kini menyebut mereka adalah komika. Kembali pada teks kartun dan komik, tak jarang mahasiswa seni dan desain yang saya temui dalam ujian kurang atau bahkan tidak memahaminya, definisi kartun dan komik telah membaur sedemikian rupa. Maka, buku ini perlu hadir untuk menegaskan koridor-koridor ilmiah yang definitif dan jelas untuk digunakan sebagai rujukan, salah satunya adalah untuk memberikan pemahaman bahwa kartun dan komik itu tidak harus lucu. Perkembangan definitif terkait kartun dan komik telah tersampaikan dengan baik di buku ini. Kata cergam dalam buku ini mengacu pada literatur umum yakni akronim dari Cerita Bergambar, yang dimaksud umum adalah pengertian dalam industri penerbitan pada produk buku ilustrasi, sebagai padanan untuk menyebut produk picture book yang populer di barat. Meskipun kata Cergam dalam akronim Cerita – Gambar pernah diusulkan sebagai kata ganti komik oleh kelompok komikus dari Medan dengan kata Tjergam pada tahun 1955 untuk melawan istilah komik yang dianggap kebarat-baratan, kemudian sempat diusulkan kembali oleh beberapa aktivis di komunitas komik di tahun 2000-an untuk mencirikan produk komik dari Indonesia sebagai identitas nasional, di saat masyarakat pembaca komik telah sepakat menyebut komik dari Jepang dengan sebutan Manga. Maka penggunaan kata cergam dalam wacana komik termotivasi sebagai perlawanan budaya. Cergam dalam arti cerita bergambar sudah dijelaskan dengan tepat dalam buku ini, sehingga memudahkan bagi para akademisi untuk menggunakannya sebagai rujukan dasar dalam menjelaskan produknya.








