PANGGUNG POLITIK DIGITAL Polarisasi, Hoaks, dan Masa Depan Demokrasi
Rp. 65.000
Penulis: Eko Nur Syaputro, M. Syarif Hidayatullah, Husni Abadi Emha, Mohammad Nasruddin, Amri Rahman, Fahmi Huda
Panjang: 23
Lebar: 15
Halaman: 83
ISBN: 00
Sinopsis:
Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan panggung baru bagi kehidupan politik kita—sebuah panggung yang tak lagi dibatasi ruang fisik, melainkan merentang dalam jejaring algoritmik yang terus bergerak, berubah, dan memengaruhi cara kita melihat dunia. Ketika saya mulai menulis buku ini, saya menyadari bahwa yang sedang kita alami bukan sekadar perubahan teknologis, tetapi perubahan peradaban: sebuah pergeseran besar dalam cara masyarakat membentuk identitas, bertukar gagasan, dan menentukan arah masa depan politiknya. Indonesia, bangsa yang lahir dari pergulatan gagasan dan semangat kebinekaan, kini menghadapi tantangan baru. Panggung digital membuka peluang partisipasi yang lebih luas dan egaliter, tetapi sekaligus menjadi ruang di mana ketakutan, prasangka, dan sentimen identitas mudah diprovokasi. Di sana, setiap warga dapat menjadi aktor politik, tetapi pada saat yang sama juga dapat terjerat dalam jebakan disinformasi yang merusak nalar publik. Dalam perbincangan yang berlangsung cepat dan deras, politik sering kali direduksi menjadi pertarungan emosi, bukan perdebatan gagasan. Identitas berubah menjadi komoditas yang dipasarkan, solidaritas digital berubah menjadi amunisi politik, dan fakta sering tak berdaya menghadapi pesona manipulasi visual. Pada titik inilah saya merasa perlu menulis buku ini: sebagai upaya kecil untuk memahami, menjelaskan, dan merapikan simpul-simpul sosial yang semakin kusut oleh arus digitalisasi.








